Lamunan Sutra Hitam
Pernah gak sih rambutmu rontok, patah, bahkan beruban sebelum waktunya? Saya pernah pada suatu ketika berkhayal; apakah kita bisa mengubah uban menjadi hitam kembali seperti saat muda dulu?
Sesi kali ini kita akan berkelana ke bagian rambut kepala. Sudah siap? Jangan lupa, pastikan kamu membaca di lingkungan dan kondisi yang baik, karena untuk memahami sesuatu dengan baik diperlukan akal yang sehat, tempat yang nyaman dan juga aman. Oh ya, makan dulu kalo lagi laper...
Bersiaplah, saya sudah pinjam senter pengecil punya Doraemon. Kita akan menyusutkan tubuh sekecil mungkin. Ayo kita mulai!
![]() |
| Hair Structure |
- Mengapa rambut itu dominan warna hitam?
- Kok bisa ada rambut yang lurus, kriting, tipis dan tebal?
- Sebenernya warna rambut itu apa aja sih?
- Emang iya uban itu gak perlu nunggu tua?
- Serem loh, tetangga saya alami kebotakan. Jelasin dong!
- Rekomendasiin shampoo yang bagus dong!
- Perawatan rambut yang benar itu seperti apa?
- Cuticle (Kutikula): Lapisan terluar rambut yang terbuat dari keratin. Keratin ialah protein berserat yang memberikan kekuatan dan daya tahan. Keratin juga kaya akan asam amino yang mengandung sulfur seperti sistein yang membentuk ikatan disulfida yang kuat. Selain itu, lapisan permukaan luar kutikula ada lapisan tipis yang namanya lipid (salah satu 18-Methyleicosanoic atau biasa disingkat 18-MEA), jadi lapisan ini membuat rambut kita tahan air dan mengunci kelembapan.
- Cortex (Korteks): Lapisan tengah dari batang. Terletak di antara kutikula dan medula (inti bagian dalam). Mengandung melanin (pigmen yang menentukan warna alami rambut). Saat mewarnai, meluruskan atau mengeriting rambut secara kimia, perubahan terjadi di bagian ini. Apabila bagian ini rusak, rambutmu menjadi rapuh, mudah patah dan sangat berpori.
- Medulla (Medula): Siapapun yang punya rambut halus/tipis seringkali tidak ditemukan medula di inti rambutnya. Lantas, apakah itu merupakan sebuah masalah serius? Penelitian terkini menjelaskan bahwa medula sebenarnya dianggap tidak penting, secara ilmiah bagian ini tidak menunjukkan adanya manfaat dan fungsi secara signifikan. Sederhananya, medula hanyalah bagian mati dari batang rambut, tidak bisa memperbaiki atau membantu dalam penguatan akar rambut. Pernyataan tersebut dinyatakan oleh para peneliti melalui pemikiran-"Semisal bagian ini memang dibutuhkan, mengapa tubuh bisa mengabaikannya?". Tapi, justru bagian ini membantu para mamalia berbulu tebal hidup di alam liar.
Di sebuah dataran luas Afrika Timur, ribuan tahun lalu, hiduplah sekelompok manusia purba yang belum mengenal api, belum bisa menulis, tapi sudah pandai membaca isyarat alam. Salah satunya adalah seorang anak laki-laki bernama Nuru, yang dalam bahasa kuno berarti “cahaya”.
Nuru punya rambut hitam pekat, mengkilap bila tersentuh matahari. Begitu pula keluarganya, begitu pula seluruh anggota sukunya. Bagi mereka, rambut bukan sekadar hiasan kepala itu adalah pelindung. Terik matahari Afrika yang membakar kulit siang dan malam, bisa membuat kepala mendidih jika tak ada pelindung yang tepat.
“Kenapa rambut kita hitam, Ayah?” tanya Nuru suatu sore, saat mereka duduk memandangi savana.
Ayahnya menjawab, “Karena langit menginginkan kita tetap kuat. Warna hitam menjaga kepalamu dari panas yang membakar, dan membuatmu tidak terlihat dari jauh saat memburu.”
Waktu berlalu. Suku Nuru tumbuh dan menyebar. Sebagian pergi meninggalkan tanah Afrika, berjalan melalui padang pasir, menyeberangi pegunungan dan menyusuri sungai besar. Di antara mereka adalah keturunan Nuru, seorang gadis muda bernama Aya. Ia dan kelompoknya berjalan hingga mencapai tempat di mana salju menari di langit, dan matahari hanya muncul beberapa jam dalam sehari.
Tubuh mereka mulai berubah perlahan. Kulit mereka memucat, karena sinar matahari yang sangat sedikit membuat tubuh butuh lebih banyak vitamin D. Rambut Aya pun mulai berubah—anak-anaknya lahir dengan rambut yang lebih terang: cokelat, bahkan keemasan. Warna terang membantu menyerap sinar matahari yang lemah, membantu tubuh tetap hangat di negeri dingin.
Sementara itu, di tanah leluhurnya, garis keturunan Nuru tetap tinggal. Mereka hidup berdampingan dengan matahari Afrika, mempertahankan rambut hitam mereka sebagai bentuk adaptasi terbaik terhadap alam.
Beribu tahun kemudian, dunia berubah. Pesawat menggantikan langkah kaki, dan manusia dari berbagai warna rambut dan kulit bertemu di kota-kota besar. Namun ketika para ilmuwan memetakan gen manusia, mereka menemukan bahwa mayoritas penduduk bumi tetap memiliki gen rambut hitam.
Mengapa? Karena sebagian besar manusia terutama di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan berasal dari garis keturunan yang tetap hidup di iklim panas, di mana rambut hitam tetap menjadi pelindung terbaik.
Kini, ketika seorang anak laki-laki kecil bernama Milak bertanya pada ibunya, “Kenapa rambutku hitam, Ibu?” sang ibu tersenyum dan menjawab, “Karena itu adalah hadiah dari matahari dan sejarah panjang para leluhur kita. Rambutmu adalah warisan para petarung savana, para penjelajah bumi.”
Dan di bawah sinar mentari sore, rambut Milak berkilau seperti milik Nuru, ribuan tahun yang lalu—menghubungkan masa kini dengan masa lalu, dalam benang hitam yang tak pernah terputus.
Ya, begitulah alam bekerja. Setiap makhluk hidup berevolusi, beradaptasi dengan lingkungan sekitar untuk mempertahankan eksistensinya. Namun, ada sebagian tetap pada bentuk, warna dan fungsinya-hal itu menjadi pertanda bahwa begitu kompleks dan sempurnanya ciptaan Tuhan.
...
Mari telusuri lebih dalam ke bagian dermis, semuanya akan saling terhubung di sini. Pembuluh darah dermal (dermal blood vessel) salah satunya, ia bagaikan saluran pipa yang menyalurkan nutrisi ke rambutmu. Oleh karena itu, asupan makanan dan minuman dapat memengaruhi kesehatan rambut. Kalau begitu apa saja makanan dan minuman itu?
- Soft drinks & makanan manis
- Olahan karbohidrat (refined carbs)
- Makanan berminyak
- Alkohol
- Ikan dengan kadar merkuri tinggi (ikan pedang, tenggiri raja)
- Pemanis buatan
![]() |
| Ilustrasi apabila Androgen diproduksi secara berlebihan |
- Fakor genetik: Pastinya hal ini selalu berkaitan erat, singkatnya kalau orang tua atau kakek-nenek sudah beruban di usia muda, besar kemungkinan anak mereka juga bisa mengalaminya.
- Stres oksidatif: Radikal bebas merusak malanosit sehingga pigmen tidak diproduksi dengan baik.
- Kekurangan nutrisi: Tak diragukan lagi, faktor ini menjadi alasan utama kerja tubuh kehilangan fungsinya, seperti kekurangan vitamin B12, zat besi, tembaga, atau antioksidan yang penting bagi rambut.
- Penyakit autoimun atau metabolik tertentu yang memengaruhi folikel rambut.
- Stres kronis: Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Ya-Chieh Hsu et al. (Nature, 2020), menjelaskan bahwa stres bisa mempercepat uban dengan menganggu regenerasi sel pigmen.
Apa aja ya rekomendasi shampoo terbaik untuk perawatan rambut?
- Rambut Berminyak➥ tea tree oil, salicylic acid, zinc.
- Rambut Keting & Rusak ➥ moisturizing/nourishing (argan oil, keratin, shea butter atau aloe vera).
- Ketombe/Kulit Kepala Gatal ➥ anti ketombe (zin pyrithione, selenium sulfide, ketoconazole, atau piroctone olamine)
- Kulit Kepala sensitif➥ hypoallergenic, bebas sulfat, bebas pewangi buatan.






Komentar
Posting Komentar