THE GREEN PIGMENT
KLOROFIL
Saya yakin, kamu pasti sudah pernah mendengar nama "Klorofil'', ya gak sih? Akan tetapi, seberapa kenalkah kamu dengan The green pigment (zat hijau).
![]() |
| shutterstock.com |
Klorofil berasal dari bahasa Yunani, (Kloros) yang berarti "Hijau Pucat" dan (phyillon), yang berarti "Daun", dan dikenal dalam B.Inggris dengan sebutan Chlorophyll, hingga pada akhirnya di Indonesia kita bilangnya "Klorofil". Klorofil adalah pigmen yang dimiliki oleh berbagai organisme dan menjadi salah satu molekul yang berperan sebagai tokoh utama dalam fotosintesis. Klorofil itulah yang memberi warna hijau pada daun tumbuhan hijau dan alga hijau, bukan cuma itu, senyawa ini juga dimiliki oleh berbagai alga lain, dan beberapa kelompok bakteri fotosintetik. Nah, molekul klorofil ini menyerap cahaya merah, biru, dan ungu, serta memantulkan cahaya hijau dan sedikit kuning, tapi mata kita memvisualisasikan sebagai warna hijau. Pada tumbuhan darat dan alga hijau, klorofil dihasilkan dan terisolasi pada plastida yang disebut kloroplas.
Mari kita zoom, mwahahaha...
![]() |
| wikipedia.org |
Ya, yang hijau-hijau itu klorofil.
![]() |
| Warna daun phipps.conservatory.org |
- Pertumbuhan tanaman. Cahaya matahari adalah sumber energi utama dalam proses fotosintesis, yang digunakan oleh tanaman untuk menghasilkan makanan dan tumbuh. Jika daun menyerap semua gelombang cahaya yang masuk, termasuk cahaya yang tidak diperlukan untuk fotosintesis, tanaman dapat mengalami peningkatan energi yang tidak efisien. Ini dapat mengganggu keseimbangan pertumbuhan tanaman dan menghasilkan pertumbuhan yang tidak seimbang atau tidak normal.
- Keseimbangan panas. Sinar matahari juga membawa energi panas. Ketika daun menyerap semua gelombang cahaya, termasuk cahaya inframerah yang membawa energi panas, daun dapat menyerap lebih banyak panas dari yang dibutuhkan. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan suhu daun yang berlebihan dan mengganggu keseimbangan panas dalam tanaman. Jika suhu daun terlalu tinggi, ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tanaman, termasuk protein dan pigmen yang penting untuk proses fotosintesis.
![]() |
| Ilustrasi transmisi warna hijau dan kuning (dibuat menggunakan Kinemaster oleh Sahrul) |
![]() |
| Gelombang Cahaya yang terlihat (britannica.com/science/chlorophyll) |
- Alga hijau (Chlorophyta): Alga hijau adalah kelompok alga yang memiliki klorofil a dan klorofil b sebagai pigmen utama. Contoh alga hijau termasuk Spirogyra, Chlamydomonas, dan Ulva.
- Cyanobacteria (ganggang biru-hijau): Cyanobacteria adalah kelompok bakteri fotosintetik yang juga mengandung klorofil a. Beberapa contoh cyanobacteria yang menghasilkan klorofil a adalah Anabaena, Nostoc, dan Spirulina.
- Alga merah (Rhodophyta): Meskipun alga merah memiliki pigmen utama yang berbeda, yaitu fikoeritrin, mereka juga mengandung klorofil a dalam jumlah kecil. Contoh alga merah adalah Porphyra (nori) dan Gelidium.
- Alga cokelat (Phaeophyta): Alga cokelat memiliki pigmen dominan yang disebut fucoxanthin, tetapi juga mengandung klorofil a. Contoh alga cokelat termasuk Laminaria (kelp) dan Sargassum.
- Bacillariophyta (Diatom): Diatom adalah kelompok alga yang mengandung klorofil b. Mereka memiliki struktur antara alga sebenarnya dan protozoa. Contoh diatom termasuk Euglena granulata.
- Alga hijau (Chlorophyta): Meskipun alga hijau umumnya mengandung klorofil a, beberapa spesies juga mengandung klorofil b. Contoh alga hijau yang mengandung klorofil b adalah beberapa spesies dari kelompok Chlorophyceae.
- Alga cokelat (Phaeophyta): Alga cokelat dominan mengandung pigmen fucoxanthin, tetapi beberapa spesies juga mengandung klorofil b dalam jumlah kecil. Contoh alga cokelat termasuk beberapa spesies dari kelompok Phaeophyceae.
- Cyanobacteria (ganggang biru-hijau): Cyanobacteria adalah kelompok bakteri fotosintetik yang juga mengandung klorofil b. Beberapa contoh cyanobacteria yang mengandung klorofil b adalah beberapa spesies dari kelompok Cyanobacteria.
- Diatom (Bacillariophyta): Diatom adalah kelompok alga yang mengandung klorofil c. Mereka adalah alga uniseluler yang memiliki dinding sel yang terbuat dari silika. Contoh diatom termasuk Thalassiosira, Navicula, dan Cyclotella.
- Alga pirang (Chrysophyta): Alga pirang adalah kelompok alga yang juga mengandung klorofil c. Mereka memiliki pigmen tambahan bernama xantofila yang memberikan warna kuning. Contoh alga pirang termasuk Synura, Dinobryon, dan Uroglena.
- Alga cokelat (Phaeophyta): Alga cokelat juga mengandung klorofil c. Mereka memiliki pigmen tambahan yang disebut fucoxanthin, yang memberikan warna cokelat pada alga ini. Contoh alga cokelat termasuk Fucus, Laminaria, dan Sargassum.
- Dinoflagellata: Dinoflagellata adalah kelompok alga uniseluler yang mengandung klorofil c. Mereka memiliki dua flagela yang memungkinkan mereka bergerak. Contoh dinoflagellata termasuk Ceratium, Peridinium, dan Karenia.







Komentar
Posting Komentar