TUHAN


Penulis asli: Sahrul Ramadhan     

Apa yang terbesit pertama kali saat kamu mendengar kata ''Tuhan'', penguasa yang diyakini memiliki kekuatan luar biasa? Dia yang mempunyai kekuasaan penuh terhadap alam semesta? atau sesuatu yg diagungkan atau disembah? Saya akan berbicara tentang Tuhan secara umum akan tetapi cukup mendasar. Mari kita buat pertanyaan terkait tentang Tuhan. Kita mulai dengan urutan berikut.

  • Siapa itu Tuhan?
  • Di mana Tuhan?
  • Kapan dan bagaimana Tuhan diciptakan?
  • Apa itu Tuhan?
  • Mengapa Tuhan itu ada?

Untuk menjawab pertanyaan ''siapa itu Tuhan?'' jawabannya sangat variatif tergantung dengan agama/kepercayaan masing-masing. Di beberapa agama di dunia, Tuhan terbagi ke dalam beberapa spesifikasi. Tuhan angin, Tuhan bumi, Tuhan laut, Tuhan penghancur. Selain itu, ada juga Tuhan Batu, Tuhan Bulan, Tuhan Matahari, Tuhan Hutan, Tuhan Bintang, Tuhan di antara Manusia, Tuhan iblis, Tuhan Manusia yg sudah meninggal dunia, Tuhan Alam semesta. Untuk nama Tuhan juga beragam, sesuai dengan Tuhan yg dimaksudkan (Tuhan batu karena penjelmaan-Nya dari batu). Eits... masih ingat? Pertanyaanya itu ''Siapa'' jadi saya nggak akan menjelaskan panjang lebar di bagian ini. 

Ayo kita lanjut ke pertanyaan selanjutnya....

     Di mana itu Tuhan? Menanyakan kediaman Tuhan, apakah Tuhan itu ada di langit? di tangan? di dalam hutan? atau berada dekat dengan kediaman manusia?. Keberadaan di mana adanya Tuhan itu akan mudah dijawab apabila sesuai dengan spesifikasi Tuhan yang telah kita bahas sebelumnya. Jika Tuhan Matahari kita bisa langsung mengetahui posisi Tuhan tersebut, bisa sambil duduk megahadap lurus ke arah Matahari ketika terbit dan di atas langit saat tengah hari dan kembali lurus menghadap Matahari saat tenggelam. Selain itu ada yang di dalam hutan, di posisi yang sama layaknya patung, ada juga yg di dalam rumah, ada yang di tangan dan leher apabila Dia dinterpretasikan sebagai sebuah cincin dan kalung.
Oke guys.. lanjut...

Kapan dan bagaimana Tuhan diciptakan?

   Menjelaskan kapan dan bagaimana Tuhan diciptakan berkaitan erat dengan penciptaan alam semesta. Menurut teori Big Bang, alam semesta tercipta sekitar 13, 8 miliar tahun lalu. Maka, apakah Tuhan tercipta 1 tahun, juta atau miliar tahun sebelumnya? jawabannya tentu saja, karena secara logika penulis di blog ini, yakni saya, ada terlebih dahulu sebelum tulisan ini dipublikasikan. Lantas, siapakah yang menciptakan Dia (Tuhan). Kita harus pahami dulu perbedaan antara ilmu dan pengetahuan. Ilmu adalah metode pendekatan yang sistematis yang didasarkan pada pengamatan, ekperimen dan penalaran logis untuk menguji teori dan hipotetis sedangkan pengetahuan merupakan hasil dari pemahaman yang diperoleh melalui pengalaman dan penelitian yang melibatkan fakta melalui sumber buku, guru, dan pengalaman pribadi. Bagaimana, kamu paham sampai di sini? wkwk. Dari pemahaman ilmu dan pengetahuan tadi Tuhan itu bukanlah sepenuhnya Ilmu atau pengetahuan bahkan ada dalam beberapa kepercayaan menyatakan melalui aktifitas keagamaannya bahwa Tuhan itu adalah keyakinan bukan ilmu sama sekali.

     Kita kembali kepada pemahaman tentang ilmu, bagaimana kita melakukan penalaran secara logis apabila pengamatan atau eksperimen itu sama sekali tidak terlihat  dan walau tampak sekalipun Tuhan apapun itu akan bertindak di luar logika, maksudnya tidak sesuai dengan hukum dalam kehidupan yang seharusnya, seperti halnya menerbangkan batu besar tanpa menyentuh, menggunakan alat apapun dan tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Setelah kita analisis tadi, maka, titik kesimpulan untuk menjawab siapa yang menciptakan Tuhan itu diperlukan ilmunya, fakta hingga kini tidak ada dan bahkan tidak akan ada yang tahu kapan tepatnya Tuhan diciptakan dan yang menciptakan-Nya. Saya tanya lagi, kamu paham? Oke, saya akan buat jalan pintasnya, sama halnya seperti kamu yang ingin mencari tahu kapan tanggal lahir saya dan yang menciptkan saya (orang tua saya) tanpa adanya pengetahuan kamu tentang saya, dikarenakan saya bukan Tuhan pada akhirnya kamu akan tau hal itu (kalo kamu ambisius, huhu). Berbeda dengan Tuhan yang sama sekali tidak ada Ilmu yang bisa digunakan selain daripada keyakinan itu sendiri. Dari penjelasan sebelumnya, dapat diperoleh kesimpulan, yakni kita meyakini Tuhan itu ada, terlepas dari di mana Dia dan bagaimana Dia diciptakan.

   Jadi... pertanyaan besarnya itu adalah "apa itu Tuhan". Setelah kamu mulai menganalisis tentang Tuhan berdasarkan penjabaran umum tadi, maka Tuhan itu adalah..... hmm bukan zat atau nama Tuhan itu sendiri ya, saya tidak tanya siapa dan kekuasaanya, akan tetapi yang saya tanyakan, apa itu Tuhan?. Inti umum Tuhan itu tentunya menaungi para hamba atau penyembahnya dan selama ini yang kita coba pahami bahwa tidak ada di dunia ini yang bisa mengalahkan kebaikan sejahat apapun manusia. Begitu juga dengan Tuhan, berdasarkan kepercayaan secara global setiap ajaran agama, Tuhan selalu mengarahkan hamba-Nya kepada kebaikan, karena itulah hakikat Tuhan yang sebenarnya, walaupun ada yang di-Tuhankan oleh seseorang atau sekelompok orang itu Iblis ialah Tuhan yang sama sekali berbeda. Ketika ada kesempatan untuk kamu berbuat jahat tetapi kamu takut akan ganjaran/balasan karena (dosa) yang kamu lakukan, itulah Tuhan. Ketika seseorang yang membutuhkan bantuan kamu bergegas untuk menolongnya, nah itulah Tuhan. Tuhan adalah yang meyakinkan untuk tidak melakukan keburukan dan untuk selalu melakukan kebaikan dikarenakan mengetahui timbal balik perbuatan baik ataupun buruk (yang akan merugikannya di kemudian hari). Sekali lagi saya tegaskan bahwa hakikat Tuhan dan yang di-Tuhankan memiliki penjelasan yang sama sekali berbeda.

Mari kita tutup dengan pertanyaan "Mengapa Tuhan itu ada?". Ada atau tidaknya Tuhan itu tergantung pada kepercayaan pribadi masing-masing. Bahkan di era sekarang masih ada sekelompok orang diberbagai belahan dunia yang tidak meyakini keberadaan/eksistensi Tuhan. Mengapa Tuhan ada, karena kita yakin akan keberadaan-Nya dan mencoba menelaah di berbagai sumber kitab menurut ajaran agama/kepercayaan tiap individu mengenai tujuan dan tata cara menjalankan kehidupan yang baik dan benar sesuai dengan hakikat Tuhan yang utuh.

Saya rasa kita sudahi dulu pembahasan kita tentang Tuhan. Sebagai highlightnya jika kamu perhatikan, saya sama sekali tidak menyebutkan nama agama apapun dalam pembahasan Tuhan ini, sesuai dengan tujuan topik tadi ya,,, "membahas Tuhan secara umum, tetapi mendasar". Perlu digaris bawahi juga, apa yang kamu baca pada topik ini hanyalah sebatas pemahaman penulis, tidak memaksakan para pembaca untuk percaya penuh. Tujuan saya hanya membagikan pemikiran dan mencoba meluaskan pandangan anda mengenai Tuhan.

Sampai jumpa di pembahasan seru lainnya.... ðŸ˜‰


                    

Komentar