Rokok

Oleh: Sahrul Ramadhan

NGOMONGIN ROKOK

rare-gallery.com

"Lebih besar, lebih mantap", iya, itu salah satu jargon iklan pada rokok L* yang saya temukan di jalan raya. Walaupun rokok dikonsumsi juga oleh beberapa kalangan remaja, namun bapak-bapaklah yang berada pada tahta teratas wkwk. Tunggu, apakah penulis di blog ini perokok? Saya jawab cepat ya ''Tidak''. Pengetahuan umum tentang rokok tidak tergantung kepada mereka yang perokok atau bukan, akan tetapi rasa ingin tahu. Pada pembahasan kali ini, kita akan ngomongin tentang sejarah rokok, pabrik rokok, perokok, dan zat pada rokok. Mari kita mulai...


SEJARAH ROKOK

Wanita suku Indian di pasar Almolonga,
dataran tinggi bagian barat,Guatemala.
Britannica.com

Berdasarkan sumber yang saya temukan, rokok itu awal mulanya dikonsumsi oleh suku-suku pribumi (penduduk asli) di Amerika Selatan sekitaran 4000 tahun sebelum masehi. Jadi, dulunya rokok itu daun tembakau langsung yang dikunyah dan dibakar, nah mereka yang membakar ataupun yang mengunyah tembakau ini tujuan utamanya adalah untuk upacara keagamaan dan spiritual. Selain daripada itu, mereka juga menggunakannya untuk mengobati berbagai penyakit atau kondisi kesehatan, karena dalam kepercayaan budaya mereka, saat mengunyah atau menghisap tembakau akan terhubung dengan roh secara spiritual, dengan demikian mereka akan mendapatkan kesembuhan darinya.

Ingat ya, terkait dengan tembakau sebagai obat tadi hanya dalam konteks kebudayaan saja. Dalam sudut pandang medis modern tidak ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung klaim bahwa tembakau dapat menyembuhkan penyakit, sebaliknya tembakau telah terbukti memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesehatan terutama saat digunakan dalam bentuk merokok. Mau lanjut?... Kuy!

Pada akhirnya, penemuan rokok modern dikemas secara massal pada tahun 1865 oleh perusahaan Pierre Abraham Lorillard, beliau adalah orang Perancis yang berimigrasi ke Amerika, dan pada awal mula industri inilah rokok berkembang pesat.

ilustrasi pabrik P.Lorillard. wikipedia.org





Lorillard, inc. wikipedia.org


Ketika saya lihat nama perusahaanya, saya bingung, kok ada nama "Snuff Mill", ini siapa lagi?, nama bapaknya kah, ibunyakah? Setelah saya telusuri lebih lanjut ternyata... nama "Snuff Mill" sendiri diambil dari nama lokasi di mana pabrik tersebut dioperasikan wkwk. Pabrik itu berlokasi di Bronx, New York on Snuff Mill Road di dalam Botanical Garden. Hingga sekarang pabrik ini masih terus beroperasi dan menjadi perusahaan rokok tertua di dunia, ampun suhu. Berikut gambar pabrik Lorillard terbaru.

7 Mei 2011
commons.wikimedia.org

Kalo kamu mau tau lebih banyak tentang perusahaan tersebut, kunjungi websitenya saja ya..
pada link berikut itgbrands.com. Produk rokok yang diproduksi oleh pabrik itu juga sudah beragam sekarang, wedeeeh. Mantep. Liat nih..


itgbrands.com



ROKOK di INDONESIA

Menurut Kompasiana, ada lebih dari 42  jenis rokok yang diperjualbelikan di negara kita. Hah? Iya, tapi saya gak akan list apa saja rokoknya, telusuri di referensi aja nanti, oke?. Dari seluruh jenis rokok yang dijual di Indonesia, merek rokok dengan penjualan tertinggi pada tahun 2020 adalah sampoerna. Nih diagramnya..

dataindonesia.id.
Tobacco Industry Watch

Terdapat 5 daerah di Indonesia yang memproduksi tembakau terbanyak dan bisa kita bilang terbaik, di mana aja tuh..

  • Temanggung, Jawa Tengah
  • Deli, Sumatra Utara
  • Lombok, Nusa Tenggara Barat
  • Madura, Jawa Timur
  • Jember, Jawa Timur

Lalu, seberapa banyakkah jumlah perokok di negara kita?..

(Perokok umur 15 tahun ke Atas)
Published by Hanadian Nurhayati, 5 oktober 2023.statista.com

Data statistik di atas merupakan survey yang dilakukan dari tahun 2015-2022 dengan jenjang umur 15 tahun ke Atas (termasuk wanita). Apabila kita tilik kembali pada data tahun 2008, dari 228.5 juta penduduk di Indonesia 56.9 juta diantaranya adalah perokok dan lebih dari 165 milliar rokok dijual pada tahun tersebut. Di tahun 2022 saja, berdasarkan data BPS jumlah populasi penduduk di negara kita mencapai 275 juta jiwa, itu berarti sekitar 77.715.000 adalah perokok. Setelah kita bandingkan dengan tahun 2008, ternyata jumlahnya makin banyak, ya.. karena memang sih penduduknya juga makin banyak. Apabila kita lihat data BPS tahun 2022, jumlah perokok di pedesaan jauh lebh tinggi dibandingkan di perkotaan yaitu 30.96% dan 26.27%. Ngomong-ngomong, apakah anda termasuk diantara 77 juta itu?

Terkadang, saya juga melihat murid yang masih memakai seragam putih biru sedang asik nongkrong saat pulang sekolah dengan teman-temannya, kalo dipikir-pikir emang miris, sebenernya itu salah satu faktor dari pergaulan si anak, sebagai orangtua, peran kita sangat diperlukan untuk melihat dengan siapa saja anak kita berteman. Kita jeda dulu, emangnya merokok yang baik itu pada usia berapa tahun?. Yang benar itu, ya tidak merokok sama sekali. Bagi para perokok yang saya temui, kebanyakan mereka bilang ''itu pilihan'', ya sudah, iya. Tetapi sebenarnya merokok hampir dan tidak memiliki manfaat bagi kesehatan, apa iya? Langsung kita omongin sekarang juga, hey jangan lupa berkedip, serius amat. 

Sesi ilmiah dimulai...

KANDUNGAN DALAM ROKOK

Nucleus Medical Media YT channel.
All rights belong to the channel.

Kamu semua juga sudah tahu kalo rokok itu terbuat dari daun tembakau kan, di dalam daun tembakau itu sendiri mengandung nikotin dan beberapa kandungan lainnya. Saat rokok dibakar, hasil pembakaran tadi melepaskan ribuan zat kima yang berbahaya, bahkan diprediksi ada lebih dari 7300 senyawa kimia di setiap hisapan dan 40 di antaranya diketahui sebagai penyebab kanker.

Seperti yang kita lihat pada gambar di atas, saat rokok dibakar terdapat senyawa kimia Karbon Monoksida (CO) dan Nitrogen Oksida (NO). Hah? iya saya tahu, makanya kita bahas secara singkat tentang senyawa itu. Karbon monoksida adalah gas beracun dan mudah terbakar, dia tidak berwarna, tidak ada bau, nggak ada rasa, dan kepadatannya sedikit lebih kecil dibandingkan udara. 

Penting untuk diperhatikan bahwa karbon monoksida sangat beracun dan dapat berbahaya bagi manusia dan hewan. Karbon monoksida dihasilkan ketika bahan yang mengandung karbon seperti tembakau terbakar, dalam kasus asap rokok, pembakaran tembakau yang tidak sempurna melepaskan karbon monoksida sebagai produk sampingannya, pasti gak akan terbakar sempurna lah, masa iya orang yang merokok membakar rokoknya sekaligus. Nah, pas orang lagi ngerokok, tahapannyakan seperti ini, bakar ujung rokok, hisap rokok dan menghembuskan asapnya, proses inilah yang membuat tembakau tidak dibakar secara sempurna, tapi terbakar perlahan-lahan yang membuat asapnya ngebul, nah asap itulah yang bergabung dengan campuran gas, partikel dan bahan kimia, senyawa karbon dalam rokok terurai sebagian tetapi tidak teroksidasi seluruhnya.  Jika kita terpapar karbon monoksida tingkat tinggi dapat menyebabkan keracunan karbon monoksida, bisa bahaya.  Gejala keracunan karbon monoksida antara lain sakit kepala, pusing, lemas, muntah, nyeri dada, kebingungan, dan kehilangan kesadaran.  Sangat penting untuk memiliki ventilasi yang baik dan detektor karbon monoksida di ruang keluarga untuk mencegah keracunan karbon monoksida.

Kalo Nitrogen Oksida apa?

Nitrogen oksida terdiri dari atom nitrogen dan oksigen.  Senyawa nitrogen oksida ini, yang secara kolektif dikenal sebagai NOx, berperan penting dalam polusi udara, pembentukan kabut asap, dan produksi hujan asam.  Mereka dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Itu baru CO dan NO loh ya, masih ada 7298 senyawa kimia. Paham? Masih mau lanjut?...

Ilustrasi stimulus nikotin (dopamine)
istockphoto.com

Jadi, segala bentuk apapun jenis rokok dari tembakau itu berbahaya. Makanya, jangan coba-coba bagi yang bukan perokok, karena zat nikotin pada rokok memiliki sifat candu. Saat merokok, nikotin akan mengalir melalui peredaran darah ke otak kita dan akan menstimulasi perasaan senang (dopamin), membuat kamu merasa semakin menginginkannya. Istilahnya, setelah kamu melakukan aktifitas seharian kalo kamu enggak ngerokok atau mengonsumsi nikotin, rasanya enggak puas, ngerasa ada yang kurang, seharian nggak ngerokok itu berat bagi mereka yang sudah candu, Apalagi dosis ngerokoknya tinggi, ada yang nyampe 2 bungkus sehari, wadaw. Ngeri-ngeri sedap.

Tunggu dulu...! Bagaimana dengan rokok elektrik, vape misalnya, apakah lebih aman dikonsumsi?.

istockphoto.com

Beberapa orang mencoba untuk berhenti dari merokok, tetapi kebanyakan gagal, walau emang ada segelintir orang yang berhasil, untuk mengatasi hal ini maka beberapa perusahan rokok elektrikpun berdiri dengan desain yang kekinian dan tentunya memiliki kandungan selaian tembakau. Hmm... sebenarnya, tujuan diciptakannya vape ini ditujukan bagi para perokok yang sulit untuk berhenti, alih-alih menghisap kandungan tembakau, mereka membuat cairan dengan varian rasa yang digunakan untuk merokok. Hingga pada akhirnya beberapa para remaja hingga bapak-bapakpun mulai beralih ke rokok elektrik ini. Untuk menjawab lebih aman mana rokok elektrik atau rokok bakar (tembakau) perlu dilakukan studi, meninjau dari penelusuran yang saya lakukan, belum bisa dipastikan apakah aman atau tidak, menimbang banyak sekali perusahaan e-cigarette dan produk yg digunakan, namun yang kita tahu sekarang terdapat stigma yang mengatakan "mungkin bisa", mungkin bisa ini belum ada hasil penelitiannya ya. Para penelitipun sampai sekarang masih berkutat dengan pertanyaan tersebut. Ditunggu saja update nya hihi..


Contact me dhananubageur20@gmail.com


See you soon on another topic😎


Komentar